Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Desember 2014

Bila tuhan lebih sayang padamu



Mendekatlah,
Akan kuceritakan sebuah rahasia
Gunung disana dibesarkan karenamu
Laut nya menyusuimu
Angin pun menjadi hangat dalam selimutmu
Bangunlah saat pagi masih pagi
Pilih gunung mana yang akan membesarkanmu
Laut mana yang akan menyusuimu
Dan angin mana yang akan menghangatkanmu
Aku tau, tuhan lebih sayang padamu

Maka bila tuhan lebih sayang padamu
Akan kupindahkan sesisi dunia dimatamu
Agar bisa kulihat tuhanku dalam dirimu

Jumat, 18 April 2014

Untuk Sekedar Berlari


Berteman dengan secangkir kopi
Membiasakan wangi khasnya menari
Mengepul ditengah pucat pasi warna pagi

Lidahku masih sibuk mengecap
Pahit
Bukan..!!
Ada yang lain pada kuncup-kuncup papilla

Pahitnya sudah pasti kau beri
Namun tetap kubiarkan hati bersenandung menyanyi
Jadilah temanku untuk sekedar berlari menyiangi pagi

Tak ada kopi tersaji saat siang
Yang ada hanya sisa-sisa rasa pada kuncup papilla
Tapi aku sudah berlari
Ditemani pahitnya pagi dan rasa-rasa lainnya

Sepetang ini aku masih sendiri
Kembali kuambil kopi
Untuk sekedar menjadikannya teman berlari

Mengecap sisa sisa rasa yang masih entah
Namun...

Kutahu manis pada akhirnya



Sabtu, 01 Maret 2014

Di depan Pintu



Langit semakin menghitam dengan garis garis emas
Ruang dan waktu yang bersiklus
Menempatkan kita pada sekotak tempat yang berbatas
Bukan kayu, bukan kain, bukan kardus
Tapi cukup mendatangkan keterasingan, lusuh
Seperti bola-bola kertas

Di akhir februari Hujan mengetuk dengan pelanginya
Sesekali kita keluar, melihatnya menulis sajak sajak tentang kita
Langit yang kita tatap masih sama
Pun dengan hujan dan pelangi darinya

Hanya saja
Kita melihat bagian dari sebuah persimpangan yang berbeda
Kanan dan kiri yang tak pernah sama
Sejalan dengan kemana tujuan membawa

Di depan pintu
Sedikitpun kaki belum beranjak
Masih menikmati deru suaramu
Yang sesekali terdengar berteriak
Berharap kita sama-sama menarik benang merah pada kata rindu

Di depan pintu
Sedikitpun mata belum berkedip
Masih membayangkan teduh bulu mata sayumu
Yang kutau sesekali mengintip
Semoga mata ini masih sanggup menyapamu

Tetapi tidak,
Kelak langit dan dirimu
Ahh... bukan
Bumi dan langit yang menuntun kita pada kearifan
Lewat ayat-ayat Tuhan yang sengaja tak dituliskan-Nya
Lalu kita berucap ini adalah karunia

Seperti adam dan hawa dipertemukan


Sabtu, 08 Februari 2014

Selamat Pagi



Entah mengapa pagi
Pagi selalu terasa romantis
Ada badai kecil meruah-ruah diatas daun talas
Sedikit-sedikit daun berguguran
Sisa angin semalam
Embun akan datang lebih banyak
Menemani krisan yang tak usai berkembang

Sesekali jendela kamar terbuka lebar
Subuh merambat, menggelayut
Membaui serangga
Sajak pengantar tidur masih dibawah bantal
Menimang kepala yang tertunduk lelah

Mari bangun
Pagi sudah melamar

hendak menyiangi malam

Selasa, 04 Februari 2014

Negri Dalam Dongeng Kakek ku



Kakek ku bercerita
Ia berdiri menatap  langit bangsanya
Biru..!
Kakek ku bercerita
Ia berdiri diujung pulau
Diatas tanah yang harum ia menghirup aromanya
Kakek ku bercerita
Ia berdiri ditengah buaian ombak
Ramah..!
Ditempatnya berdiri aku menatap
Langit yang dulu ia tatap membiru.. abu-abu..
Hitam..!
Ditempatnya berdiri aku bernafas
Mencari-cari aroma yang dulu ia hirup
Polusi laknat..!
Ditempatnya berdiri aku gentar
Ini bukan buaian
Ombak sedang mencibir
Menamparku berkali-kali
Membangunkanku
Tanah kami berdiri masih sama
Hanya saja orang-orang melukisnya berbeda



ilustrasi

Masih Pada Bangku Taman




Siapa yang mengerti?
Bila kurindu yang tak kumiliki
Aku bergelut dengan temaram
Mencatat setiap detil bagaimana ia kurindukan

Pertama kali kulihat ia seperti gunung gunung
Tempat bernanung ribuan burung
Terkadang ia seperti hujan
Tempat anak-anak bermain dibawah dentum airnya

Masih pada bangku taman
Sosoknya penuh guratan kenangan
Aku merindunya
Beberapa rindu memang diciptakan untuk menjadi alasan
Alasan menjadi diam
Alasan menjadi muram

Siapa yang mengerti?
Aku pernah berharap pagi tak bertemu malam
Dia seutuhya milikku
Siapa yang mengerti?
Aku pernah menanti bangku taman menghampiri
Tapi takdirnya hanya untuk menanti
Menanti orang lain yang juga berharap pagi tak bertemu malam
Menanti orang lain yang juga menanti bangku taman menghampiri
Menanti orang lain yang entah siapa




Sabtu, 01 Februari 2014

Senja Menutup Mata




Senja menutup mata...

semburat sinarnya mengisyaratkan kejenuhan
keruh
tak bercahaya


Senja menutup mata...

menghimpit semangat yang semakin renta
mendadak bisu
dan seketika riuh


Senja menutup mata...

menjadi saksi sayap-sayap cemara
yang melepaskan diri, berkelana
mengapung diambang angan
terbang dibatas kebosanan


Apakah senja memang menutup mata?

bagaimana bisa senja menutup mata?
untuk apa senja menutup mata?


Aku bertanya...

lakon apa yang kuperankan ketika senja menutup mata?

Senin, 27 Januari 2014

Bangku Taman


Ini perjalanan kayu menjadi abu
Biarkan serat-serat ketulusannya terbakar


Pada bangku taman aku terduduk
Menikmati diamnya
Pada bangku taman lainnya aku mengadu
Mendengarkan deritnya
Yaa..
Bangku tamanku kini berderit
Bangku tamanku kini renta

Bangku tamanku
Dibuat dengan sandaran
Menjadi tumpuan bagi yang lelah berkeluh kesah

Bangku tamanku
Dibuat dengan dua pegangan tangan
Menjadi tempat bergantung bagi yang tak tau arah

Bangku tamanku
Dibuat dengan empat kaki penyangga
Menjadikan dirinya tangguh saat ia diButuhkan

Kini aku rindu
Aku rindu bangku tamanku

Sesekali aku mengunjungi
Mengintip dari balik semak belukar
Bangku tamanku masih milik orang lain
Sesekali aku kembali
Membawa cerita bangku tamanku
Aku merindu
Aku merindu yang tak kumiliki

Kubiarkan bangku tamanku
Hidup seperti semestinya ia hidup
Hidupnya milik orang lain
Terkadang milikku juga


Sabtu, 16 November 2013

Bisik bisik para pejuang


Potret  yang menghangatkan
Disepanjang semilir anginnya...
Bagi jiwa yang terlunta oleh bisingnya kota
Keramahan yang mengharukan
Dibalik angkuh tebingnya...
Membayar keletihan dengan suguhan yang tak tergantikan

Jurangmu adalah kegelapan
Tebingmu benteng kesunyian
Dan puncakmu adalah titik ketenangan

Lama ataupun segera...
Aku akan kembali
Menuruni jurang-jurangmu
Menapak tegap pada tebing-tebingmu
Dan meninggalkan sepi dinginmu,,

Aku pergi bukan untuk melupakan
Tapi untuk menceritakan keramah tamahanmu pada dunia luar
Untuk menunjukan eksotikanya langit subuh yang menggantung

Dan mengabarkan bisik-bisik para pejuang

(dari bapak dan ibu) Mahasiswa bukan perawat, tukang parkir ataupun juru kunci


Dari bapak dan ibu


Tanggung jawabmu...
Memenuhi permintaanku
Baktimu...
Bukan untuk menentang perintahku

Kau bukan perawat
Yang setiap malam terjaga untuk pasiennya
Kau bukan tukang parkir
yang akan menjaga setiap detil kendaraan titipannya
bukan juga kau seorang juru kunci
yang akan tau segala hal saat kau mengawasinya

tapi kau mahasiswa
memikul tanggung jawab ditanah rantau
pada nilai dan rutinitas mahasiswa pada umunya
bukan perawat, tukang parkir dan juru kunci
yang hanya sibuk dengan orang tuanya

Pergilah nak,,
Meski tanah rantau itu keras tak mudah dijajaki
Pergilah nak,,
Meski rutinitas membosankan memaksamu berpaling
Pergilah nak,,
Meski tugasmu berat untuk kau tunaikan

Itulah tanggung jawab
Tanggung jawab sesungguhnya seorang mahasiswa

Selasa, 05 November 2013

kosong

Ada yang meluap luap dibalik manisnya senyuman
ada yang menderu dibalik renyahnya tawa
ada yang menyusup disela-sela rindu
Aku tak menyadari apa yang begitu menyesakkan
bahkan aku tak megetahui apa yang hilang

Aku termenung dihadapanMu
penuh harap...
aku perlu tau

aku sedang enggan menumpahkan tinta hitam pada kertas putih
biarkan ia tumpah pada keangkuhanku sendiri
Tapi sungguh...
aku perlu tau

Sang Pencipta,
aku yang berpijak di lapangan kesalahan
menari-nari seperti anak kecil bersama hujannya
Sang Pencemburu,
aku yang berpaling pada kenyataan
mencari kembali dekapanMu

Ahh,, lagi-lagi aku yang salah
aku yang berpaling
aku yang menghilang
aku yang melupakan
Aku terlalu lama bercermin di jalan jalan hitam
aku tak tau..
bahkan Kau bukakan pintu sebelum aku mengetuk


Aku tiada tau apa-apa
kosong
tak berarti apa-apa
tanpa pernah melakukan apa-apa


Selasa, 01 Januari 2013

Lelaki dalam istikharahku


Calon imamku...
Tak taukah dirimu seberapa sering kau kupertanyakan???
Kupertanyakan keberadaanmu pada tuhanku
Dalam setiap aku menggelar sajadah
Dalam setiap bibir ini bermunajah
Dalam setiap sentuhan keningku di kaki-Nya
Ada dirimu disana
Calon imamku...
Tak taukah dirimu seberapa ingin aku kau halalkan???
Halal dalam setiap sentuhan
Halal untuk ku jadikan sandaran
Halal saat kita bertemu pandang
Tapi ingin tetaplah ingin
Yang tak terjadi bila Tuhan tak menghendaki
Munajah tetaplah munajah
Yang tak terlaksana bila tak di ijabah
Calon imamku...
Adakah aku dalam setiap do’amu???
Adakah kau panjatkan do’a yang sama sepertiku???

Minggu, 30 Desember 2012

Sembunyikan aku dibalik rahasiamu



Aku akan berpura-pura tidak mendengar...
Rangkaian prosa yang terkuak indah dari bibirmu
Dan aku akan berpura-pura tidak melihat...
Tingkah polahmu yang ternyata menyempitkan rongga dada
Aku juga akan berpura-pura tidak merasa....
Bahwa perasaanmu untukku sedikit demi sedikit mencekat aliran darah di pembuluh nadi

Aku hanya akan mengamatimu dari jauh
Bersembunyi dibelakangmu layaknya bayangan hitam
Melihatmu menjalani takdir
Dan aku....
Tidak akan berani mengusikmu
Kamu hanya harus berlari memandang ke depan
Mengekorkan rahasia dibelakangmu
Ya...
Rahasia bahwa ada aku dalam separuh hatimu

Kita tau...
Bahwa orang-orang hanyalah hidup dengan jalan yang berbeda-beda
Aku, kamu, dia dan mereka
Yang nantinya...
Dipertemukan dalam satu muara
Aku yang menunggu bintang muncul dilangit fajar
Sampai kapan???
Sampai batu berbicara
Kamu yang tengah menyebrangi separuh jembatan kehidupan
Akan kemana???
Maju takut kembalipun enggan
Dia yang pergi kembali untukmu dan padamu
Benarkah???
Entahlah
Serta mereka yang bertepuk tangan saat kita tertawa dan berlalu saat kita tak tau arah
Hanya berbagi saran untuk sekedar memberitakan bahwa mereka punya peran???
Bisa jadi seperti itu

Terlalu berambisi itu tidak baik
Tapi...
Hanya berdiam diri tanpa berusaha itu juga tidak baik bukan???
Kamu hanya harus berlari memandang ke depan
Mengekorkan rahasia dibelakangmu
Ya...
Rahasia bahwa ada aku dalam separuh hatimu
Aku akan berpura-pura tidak mendengar...
Dan aku akan berpura-pura tidak melihat...
Aku juga akan berpura-pura tidak merasa....
Dan silahkan sembunyikan saja sedalam yang kamu mau
Rahasiamu...
Kamu hanya tak boleh mengambil kembali hatimu
Meski harus kau sembunyikan aku dibalik rahasiamu